ADA APA DENGAN MADU ?
Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis, yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar) atau ekskresi serangga.
Madu dikatakan asli apabila dalam proses produksi sampai hasil akhir tidak mengalami pencampuran dengan zat apapun selain cairan alami yang dihasilkan oleh lebah tersebut. Keaslian madu dapat dianalisa melalui kandungan zat yang terdapat pada madu (sebagian sudah dikenali, sebagian yang lain belum terdefinisikan oleh ilmu pengetahuan modern). Kualitas madu di Indonesia diatur melalui Standar Nasional Indonesia (SNI no 01-3545-2004).
Kebenaran tentang kegunaan madu telah disebutkan dalam Al Quran (An Nahl:68-69) dan beberapa hadits Nabi tentang pengobatan. Bukti-bukti empiris juga membuktikan bahwa madu berkhasiat untuk obat atau ramuan obat.
Penggunaan madu yang paling umum adalah diminum secara teratur untuk menjaga kesehatan (preventif) atau untuk pengobatan penyembuhan (kuratif). Madu dapat juga digunakan secara efektif untuk pengobatan luka luar dengan cara dioleskan secara langsung pada bagian tubuh yang sakit.
Apa yang disebutkan di dalam Al Quran tentang madu kebenarannya langgeng sampai akhir zaman. Sebagian bukti ilmiah yang sudah terungkap mengapa madu menjadi obat antara lain: sifat anti mikrobia madu yang disebabkan kandungan kadar gula (mayoritas fruktosa) yang tinggi, kadar air yang rendah (mikroorganisme membutuhkan air untuk tumbuh), keasaman madu, dan hidrogenperoksida yang muncul dari reaksi glukosa dari madu dengan air. Hidrogen peroksida inilah salah satu pembunuh paling utama mikro organisme (bersifat antiseptik). Madu juga mengandung antioksidan unik (pinocembrin) dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen anti bakteri.
Di dalam Al Quran, madu disebut sebagai obat bagi manusia (An Nahl:69) dan tidak dikhususkan sebagai obat untuk penyakit tertentu. Dengan demikian umum insyaAlloh cocok untuk segala jenis penyakit, termasuk penyakit-penyakit modern yang belum diketemukan obatnya.
Kita yakin mengenai kehandalan madu sebagai obat ini karena telah datang beritanya dari wahyu Alloh, Al Quran dan Al Hadits, dan demikian juga banyaknya zat yang terkandung dalam madu yang belum sepenuhnya bisa didefinisikan oleh manusia modern. Ini memberikan suatu harapan bahwa madulah sebagai jawaban atas problema kesehatan kita sekarang dan di masa yang akan datang.
Beberapa hasil penelitian yang sudah ada menyebutkan bahwa madu dapat digunakan untuk mengobati antara lain:
Sakit perut
Pankreatitis akut
Kanker/tumor
Pengobatan luka pada penderita diabetes dan
Sebagai antibiotik untuk segala macam penyakit.
Demikian juga, madu cocok untuk pengobatan penyakit-penyakit sederhana seperti : bisul, jerawat, dan sejenisnya melalui proses osmosis, yaitu dengan cara madu menyerap nanah atau cairan yang terdapat pada bisul atau sejenisnya
Karena madu dihasilkan oleh lebah dari sari bunga yang berbeda-beda sehingga komposisi yang ada di satu madu bisa berbeda dengan madu lainnya. Namun secara umum zat-zat penyembuhan terdapat di seluruh madu sejauh madu tersebut benar-benar asli.
Khasiat madu juga tergantung pada kualitasnya. Pengolahan madu bisa merusak mutu fitonutriennya yang mengandung anti kanker dan anti tumor. Komponen anti bakteri, antivirus, dan anti jamurpun bisa rusak akibat pengolahan yang tidak benar.
Penderita diabetes umumnya memiliki masalah dalam produksi insulin yang digunakan untuk memecah zat gula (terutama sukrosa yaitu jenis gula disakarida) yang masuk ke dalam tubuh agar bisa diserap oleh tubuh.
Rasa manis yang terdapat dalam madu adalah dari jenis gula yang berbeda ( terutama fruktosa yaitu jenis gula sederhana/monosakarida) yang langsung dapat diserap oleh tubuh tanpa membutuhkan enzim.
Menurut penelitian, pada pasien pengidap diabetes tipe II, terbukti bahwa madu murni tidak menaikkan kadar gula darah. Jadi madu adalah pemanis alami yang aman bagi penderita diabetes. Bahkan sudah terbukti secara ilmiah, madu sangat efektif untuk pengobatan luka yang timbul karena penyakit diabetes (Dr. Jamal Burhan dari Universitas Iskandariyah Mesir).
Dari riset yang dilakukan oleh sejumlah ahli di Rusia, 75% pasien dapat diturunkan kolesterolnya melalui terapi madu dalam jangka waktu 3-6 bulan. Penelitian lain, madu murni pada pasien kolesterol tinggi bisa menurunkan total kolesterol hingga 8%, LDL turun sampai 11%, dan protein reaktif C (faktor resiko untuk penyakit kardiovaskuler) turun 75%.
Madu adalah sumber tenaga dan kalori terutama dari gula sederhana (fruktosa), protein, dan sedikit gula kompleks. Dalam 1 sendok madu terkandung 65 kalori. Apabila kita minum 2 sendok madu pada pagi hari, setara dengan 130 kalori yang cukup untuk aktivitas 2-3 jam. Bagi anda yang ingin menurunkan berat badan dapat minum 3-4 sendok makan di pagi hari dan bisa ditambah 1-2 sendok makan sekitar jam 10 pagi. Dengan cara ini, anda tidak merasa lapar di siang hari, karena energi masih cukup. Di malam hari anda bisa minum 2 sendok makan sebelum makan malam. Dengan pola diet ini, nafsu makan anda akan berkurang karena mayoritas tenaga disuplai oleh madu, dengan demikian konsumsi makanan lainnya dapat ditekan (Dr. Yusuf Abas dari Malaysia).
Untuk orang yang sehat dan ingin menggunakan madu untuk menjaga kesehatan dan stamina, maka minum madu 1-2X sehari 1 sendok makan adalah memadai. Bagi yang minum madu untuk penyembuhan suatu penyakit dianjurkan minum lebih banyak yaitu antara 3-4X sehari 1 sendok makan.
(Diedit dari brosur MADU ‘ASA QURROTA’).